Rabu, 12 Juni 2013

Cara Pengucapan Vokal Dalam Bahasa Jepang


Di dalam bahasa Jepang, bunyi vokal disebut “Boin”.  Seperti yang telah dilihat pada daftar silabel, dalam bahasa Jepang terdapat huruf あ、い、う、え、お. Huruf-huruf tersebut apabila ditulis dengan huruf latin akan menjadi a, i, u, e, o. Kelima macam huruf itu masing-masing merupakan sebuah silabel yang terbentuk dari sebuah fonem berupa vokal. Asosiasi Fonetik Internasional yang disebut International Phonetic Association, yang dalam bahasa Jepangnya disebut Kokusei Onseigaku kai menentukan huruf-huruf sebagai lambang bunyi bahasa yang diapit oleh tanda kurung [ ]. Lambang bunyi bahasa ini disebut International Phonetic Alphabet. Dengan demikian di dalam bahasa Jepang terdapat lima macam bunyi vokal sesuai dengan huruf-huruf yang ditulis di atas yakni vokal-vokal [a], [i], [ɯ], [e], dan [o].
Vokal merupakan bunyi bahasa yang dapat diucapkan menjadi bunyi panjang, tetapi tidak berarti bahwa semua bunyi yang dapat diucapkan secara panjang adalah vokal.Karena di antara konsonan juga ada yang dapat diucapkan secara panjang seperti bunyi konsonan frikatif [s].Jadi dapat disimpulkan bahwa vokal (boin) dapat diartikan sebagai bunyi yang dihasilkan dari arus udara pernapasan yang dikeluarkan dari paru-paru melewati tenggorokan lalu mengalir ke luar melalui rongga mulut. Arus udara itu selama proses menghasilkan bunyi-bunyi suara keluar secara bebas dan sama sekali tidak mengalami hambatan, rintangan, gangguan, atau halangan dari alat ucap manusia. Vokal termasuk yuuseion (bunyi yang bersuara) yaitu bunyi yang dihasilkan disertai getaran pita suara.
Vokal dapat dibagi-bagi berdasarkan posisi atau letak lidah, besar atau kecilnya membuka mulut pada waktu mengucapkannya, dan sebagainya (Iwabuchi, 1989 : 262).  Ishida Toshiko menyebutkan bahwa pembentukan bunyi-bunyi vokal ditentukan oleh empat faktor seperti berikut, (Ishida, 1991 : 58)
a.         Bentuk bibir
b.        Pembukaan rahang
c.         Gerakan-gerakan lidah
d.        Peranan rongga hidung
Berdasarkan hal di atas, berikut merupakan cara pengucapan bunyi vokal di dalam bahasa Jepang.
ü  [a] : Vokal [a] diucapkan dengan cara membuka mulut cukup besar (lebih besar daripada waktu mengucapkan vokal-vokal lainnya), bentuk bibir tidak bulat, melainkan dalam keadaan rata atau datar (heishin boin). Pada waktu mengucapkan vokal [a] lidah bagian belakang dinaikkan (okujita boin) sehingga posisinya lebih tinggi daripada lidah bagian tengah dan lidah bagian depan. Ujung lidah menempel pada (sekitar) gusi bagian belakang gigi bawah.
ü  [i] : Vokal diucapkan dengan cara membuka mulut sedikit. Keadaan bibir pada waktu mengucapkan vokal [i] agak merentang ke samping (kiri dan kanan) sehingga keadaannya menjadi rata atau datar agak lebar (heishin boin). Dengan demikian, bentuk bibir pada waktu mengucapkan vokal [i] tidak bulat dan lidah bagian depan naik hampir mendekati langit-langit keras (maejita boin) dan ujung lidah turun hingga menempel pada gigi bawah bagian belakang.
ü  [ɯ] : Vokal [ɯ] diucapkan dengan caramembuka mulut sedikit, sama besarnya pada waktu mengucapkan vokal [i] (heishin boin). Tetapi pada waktu mengucapkan vokal [ɯ] bibir dalam keadaan normal tidak direntangkan ke samping kiri dan kanan, tidak seperti pada waktu mengucapkan vokal [i]. Di dalam bahasa Indonesia vokal [u] diucapkan dengan kedua bibir agak maju ke depan dan sedikit membulat (Depdikbud, 1988 : 46). Tetapi vokal [ɯ] dalam bahasa Jepang tidak diucapkan dengan cara memajukan bibir ke depan dan tidak membulatkannya. Pada waktu mengucapkan vokal [ɯ] lidah bagian belakang dinaikkan ke atas ke arah langit-langit lunak (okujita boin). Tetapi dalam kondisi tertentu yaitu apabila vokal ini mengikuti beberapa konsonan, seperti [s], [ʦ], dan [z] seperti pada silabel su, tsu, dan zu, bagian lidah yang naik adalah lidah bagian tengah (nakajita boin). Oleh sebab itu, dalam keadaan seperti ini lambang bunyi dalam bahasa Jepang menjadi [ɯ].
ü  [e] : Vokal [e] diucapkan dengan cara membuka mulut cukup besar, lebih kecil daripada waktu mengucapkan vokal [a] tetapi lebih besar dari waktu mengucapkan vokal [i] atau [ɯ]. Vokal [e] termasuk heishin boin yang dibentuk dengan cara sedikit merentangkan bibir ke samping kiri dan kanan, hampir sama waktu mengucapkan vokal [i]. Pada waktu mengucapkan vokal [e] lidah bagian depan agak  dinaikkan (maejita boin).
ü  [o] : Vokal [o] diucapkan dengan cara membuka mulut sama besarnya pada waktu mengucapkan vokal [e]. Vokal [o] termasuk enshin boin yaitu vokal yang diucapkan dengan cara membentuk bibir agak bulat. Vokal [o] diucapkan dengan cara menaikkan lidah bagian belakang (okujita boin) ke arah langit-langit lunak.

22 komentar:

  1. wahhh referensi yang bagus nih :D

    BalasHapus
  2. yg udah di koment, komen balik ya ^^

    BalasHapus
  3. bermanfaat banget bwt tgs lpj...:D

    BalasHapus
  4. materi ini jadi mimpi buruk di awal..tapi kita sukses presentasi...hehehehehe

    BalasHapus
  5. ternyata gerakan lidah berpengaruh ya? maaf min lidah saya panjang, tapi saya ingin fasih bhs Jepang seperti native apa bisa ya???? hehehehehehehehe
    Terimakasih informasinya.
    *blogjumper
    ^oo^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sngat mnentukan ^^
      pasti bisa kok. smngat virgo ^&^

      Hapus
  6. info boleh bnget nih, bwt persiapan UAS PLJ :D

    BalasHapus
  7. Wajib les bhs jepang ke nanda ni..B-)

    BalasHapus
  8. Bagus infona nich...

    smoga bermanfaat untuk yang lain....^-^

    BalasHapus
  9. suksema info"a mbak nanda (^^)V

    BalasHapus
  10. Arigatoune Ilmu tambahannya NandaChan ^.^

    BalasHapus
  11. Wah, jadi inget ni UAS PLJ dah depan mata.
    Sankyu ya infonya,,

    BalasHapus
  12. membaca ini, membuatku berpikir harus apa sebelum uas plj

    BalasHapus